Gubernur Jawa Timur Buka Akademi Desa Wisata 2022


Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indah Parawansa ketika membuka Akademi Desa Wisata (Demi Dewi), Selasa (02/02/2022).
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indah Parawansa ketika membuka Akademi Desa Wisata (Demi Dewi), Selasa (02/02/2022).

Perhatian Provinsi Jawa Timur untuk Desa-desa yang mempunyai potensi wisata menjadi fokus awal tahun 2022. Hal ini sebagai langkah untuk pengembangan wisata di tengah-tengah kondisi Pandemi Covid-19 untuk tetap bergerak. Dilaksanakan secara Daring, Gubernur Khofifah Indarparawansa  membuka langsung Akademi Desa Wisata (Demi Dewi), Selasa (02/02/2022) dan diikuti 100 Desa yang tersebar di Kabupaten dan Kota di Jawa Timur.

Gubernur mengapresiasi BUMDes yang di Jawa Timur, karena dari tahun ke tahun terus meningkat. Mulai dari level Pemula, Berkembang sampai Maju. “Saya mengapresiasi BUMDes-BUMDes di Jawa Timur yang terus berproses. Yang pemula bisa naik ke Berkembang, dan yang berkembang bisa tambah maju,”Sambutnya.

Akademi Desa Wisata 2022 ini hasil kerjasama dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Provinsi Jawa Timur bersama Klinik BUMDesa Jawa Timur dan KIP Foundation.  Kegiatan akan dilaksanakan selama tiga hari. Mulai dari Rabu (02/02/2022) sampai Jum’at (04/02/2022).

Gubernur berharap kegiatan Desa Wisata memperhatikan kearifan lokal dari masyarakat. dan menjadikan masyarakat sebagai subyek atau pelaku di rumah sendiri. “BUMDesa yang mempunyai unit wisata diharapkan mempu membantu percepatan lepas dari kemiskinan ekstrim,”tambahnya.

Gubernur juga mencontohkan beberapa Desa wisata di Jawa Timur yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat yakni Desa Pujon Kidul Kabupaten Malang dan Wisata Setigi Kabupaten Gresik. Fihaknya optimis dengan program “Demi Dewi” ini mampu membantu Desa-desa wisata yang ada di Jawa Timur untuk naik level.

Untuk hari pertama ini fokus kegiatan Kelembagaan dan Pengembangan Desa oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur, serta Materi dari Dinas PMD Provinsi Jawa Timur tentang Penguatan Kelembagaan dan Pemberdayaan BUMDesa. (*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar